INOVASI PEMBAURAN BAHASA JIKA DILIHAT DARI PERSPEKTIF ASIMILASI,DIFUSI DAN AKULTURASI
Nama : Nur Wahyuni Tuasamu
(sumber gambar : Pinterest.com)
(sumber gambar : Manado Antar news)
Dosen Pengampu: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.
Universitas Mpu Tantular
INOVASI PEMBAURAN BAHASA JIKA DILIHAT DARI PERSPEKTIF ASIMILASI,DIFUSI DAN AKULTURASI
Bahasa adalah ciri khas suatu bangsa, bahasa sendiri sebagai alat komunikasi yang sah dan biasa digunakan sehari-hari. Mau itu bahasa daerah ataupun bahasa Indonesia yang biasa kita gunakan dalam kehidupan bersosialisasi.Menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Terdapat sebanyak 718 bahasa daerah yang digunakan dan tersebar di wilayah Indonesia.
Bahasa ini pun dari waktu ke waktu kian bertambah sesuai dengan menetas nya era baru dari masa ke masa, walaupun tidak menutup kemungkinan akan tergerus tapi melihat arus globalisasi pada saat ini kita harus sadar dan mulai membangun benteng agar bahasa daerah kita tetap terlestarikan.
Jika dilihat dari perspektif perubahan sosial seperti akulturasi, difusi dan asimilasi, jelas bahasa memiliki peran penting juga. Tapi sebelum masuk ke bahasa dalam perspektif akulturasi, difusi dan asimilasi, saya akan jelaskan apa itu pengertian dari akulturasi, difusi dan asimilasi.
a. Akulturasi
Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Umumnya, unsur-unsur kebudayaan asing yang digabungkan dengan kebudayaan setempat dapat mudah disesuaikan dengan kondisi setempat, sehingga mudah dipakai dan memberikan manfaat. Penolakan penggabungan kebudayaan hanya diterapkan terhadap sistem kepercayaan, ideologi, dan falsafah hidup.
proses terjadi nya akulturasi :bisa terjadi karena adanya pencampuran budaya sendiri dengan budaya asing. Proses akulturasi ini bisa terjadi di berbagai macam bidang, seperti kuliner, gaya berpakaian, arsitektur sebuah gedung, dan lain-lain.
Faktor terjadi nya Akulturasi : bisa terjadi karena adanya pencampuran budaya sendiri dengan budaya asing. Proses akulturasi ini bisa terjadi di berbagai macam bidang, seperti kuliner, gaya berpakaian, arsitektur sebuah gedung, dan lain-lain.
b.Difusi
Menurut buku Sosiologi Jilid 2, Kun Maryati (hal.127), pengertian difusi sosiologi adalah proses penyebaran kebudayaan dari satu daerah ke daerah lain yang terjadi secara langsung atau tidak langsung. Difusi sosiologi dapat terjadi dalam satu kelompok masyarakat atau antarkelompok masyarakat.
Proses terjadinya difusi : Proses ini dapat terjadi secara langsung melalui kontak sosial atau tidak langsung melalui media komunikasi.
Faktor terjadi nya : Faktor-faktor difusi sosial mencakup kontak antar masyarakat, kemampuan mendemonstrasikan manfaat penemuan baru, pengakuan akan manfaat tersebut, adanya unsur kebudayaan lain yang bersaing, peran masyarakat dalam penyebaran, serta tekanan atau kewajiban untuk menerima inovasi baru. Selain itu, ukuran partikel, suhu, konsentrasi zat, wujud materi, ketebalan membran, luas area, dan jarak juga dapat mempengaruhi kecepatan difusi.
c.Asimilasi
Asimilasi sendiri adalah pembauran suatu kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli, sehingga membentuk suatu kebudayaan yang baru. Asimilasi sendiri muncul apabila ada golongan masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda dan bergaul langsung secara intensif dengan waktu yang lama.
Proses Terjadi nya :Proses terjadinya asimilasi adalah sebuah interaksi sosial di mana dua atau lebih kelompok dengan latar belakang budaya yang berbeda saling berinteraksi intensif dalam jangka waktu yang lama. Interaksi ini pada akhirnya menyebabkan peleburan budaya, di mana ciri khas budaya asli kelompok-kelompok tersebut mulai memudar dan membentuk budaya baru yang merupakan campuran atau hasil penyesuaian dari budaya-budaya sebelumnya.
Faktor terjadi nya : Kontak Budaya Dimulai dengan interaksi antar kelompok budaya yang berbeda, bisa melalui migrasi, perdagangan, atau perkawinan campur, Interaksi Sosial Interaksi yang intensif dan berkelanjutan antar kelompok, termasuk komunikasi dan kegiatan bersama, Pernikahan Campur (Amalgamasi) Pernikahan antara individu dari kelompok budaya yang berbeda.
Dari tiga pengertian diatas, kita menyimpulkan bahwa bukan hanya dari segi budaya tapi juga bisa dari bahasa. Dengan adanya akulturasi budaya bisa melahirkan bahasa baru seperti sekarang kita kenal bahasa Inggris jaksel(jakarta selatan) banyak anak anak muda di era Z ini menggunakan bahasa Indonesia dicampur dengan bahasa Inggris, atau ada bahasa yang medok ke Inggris tapi tetap kental dengan aksen Jawa nya seperti kebanyakan China Indonesia di surabaya.
Lalu dengan adanya difusi bahasa Indonesia bisa tersebar tidak hanya di negara Indonesia itu sendiri tetapi juga ada di beberapa negara yang menggunakan bahasa Indonesia khususnya Jawa sebagai bahasa yang dipelajari di Universitas. Beberapa universitas di luar negeri yang memiliki jurusan atau mata kuliah Bahasa Indonesia antara lain: University of Melbourne (Australia), Hankuk University of Foreign Studies (Korea Selatan), Tokyo University of Foreign Studies (Jepang), University of Hawaii at Manoa (Hawaii), dan Leiden University (Belanda). Selain itu, beberapa universitas lain seperti Harvard University juga menawarkan mata kuliah Bahasa Indonesia dalam program studi tertentu.
Dan terakhir asimilasi, bila dlihat bahasa dari perspektif asimilasi ini juga menjadi acuan kita untuk terus menggunakan bahasa Indonesia dan melestarikan nya. Karena banyak nya bahasa asing yang masuk sekarang ditakutkan bahasa daerah mulai tergerus dan anak-anak cucu kita dimasa depan nanti tidak bisa merasakan warisan budaya dari segi bahasa, seperti contoh banyak nya gabungan bahasa asing dan Indonesia yang dinilai "untuk terlihat keren" seperti memanggil kakak dengan sebutan eonnie dari bahasa korea,oppa. Penggunaan kata Watashi dengan menyebut diri sendiri dari bahasa Jepang.
Sebenarnya masuk nya budaya asing akan lebih bermanfaat jika kita gunakan untuk mengenalkan budaya kita, bahasa Indonesia kita. Bukan justru meniru gaya bahasa orang luar.
Studi kasus :
Di sebuah platform digital banyak kita lihat anak muda era Z yang seringkali menggunakan bahasa gabungan untuk menyampaikan keluh kesahnya, seperti gabungan bahasa Jepang dan Indonesia. Penggunaan bahasa slang dari bahasa Inggris, Jepang dan Korea yang sebenernya tidak etis tapi tetap di masukan ke sosial media .
Terkadang kita juga melihat iklan dan papan pengumuman di restaurant atau cafe menggunakan bahasa asing untuk mengenalkan tempat mereka. Sebenarnya tidak masalah tapi ditakutkan jika terus menerus dilakukan akan membuat bahasa kita mulai terkikis karena terlalu sering menggunakan bahasa asing.
Bahasa memiliki nilai yang tinggi bagi negara, jika kita terus menggunakan bahasa asing ditakutkan bahasa Indonesia kita terlupakan . Penggunaan kata slang Inggris dan Jepang yang tidak etis pun bisa merusak citra bangsa kita, karena nanti dikritisi hanya mengambil contoh bahasa yang tidak baik alih alih yang baik.
Terkadang menguasai banyak bahasa itu baik asal kita tidak melupakan bahasa daerah sendiri. Contohnya jika kita menikah dengan orang luar tetapi tinggal di Indonesia otomatis anak akan tetap menggunakan bahasa Indonesia, tapi berbeda ketika yang diajarkan hanya bahasa asing, otomatis anak akan impulsif mengikuti dan ketika berbaur dengan teman-teman sebaya nya, akan terjadi pembauran bahasa.
"utamakan bahasa Indonesia
lestarikan bahasa daerah
dan kuasai bahasa asing"
Selesai.
Referensi :
1.wikipedia
2.jurnal kemendikbud : badan pengembangan dan pembinaan bahasa
3.buku sosiologi jilid 2 : Kun Maryanti
Komentar