DAMPAK GLOBALISASI PADA BUDAYA INDONESIA MENURUT PERSPEKTIF ANTROPOLOGI

Nama   : Nur Wahyuni Tuasamu 

Dosen Pengampu: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.

Universitas Mpu Tantular




DAMPAK GLOBALISASI PADA BUDAYA INDONESIA MENURUT PERSPEKTIF ANTROPOLOGI

Secara etimologis, kata budaya atau kebudayaan
yang terdapat dalam khazanah bahasa Indonesia berasal
dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan
bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal). Secara umum kata
tersebut dapat diartikan sebagai “hal-hal yang berkaitan
dengan budi dan akal manusia”. Adapan dalam bahasa
Inggris, kata kebudayaan disebut culture. Secara etimologis,
kata tersebut berasal dari kata latin colere yang berarti
“mengolah atau mengerjakan”, atau “mengolah tanah atau
bertani”. Dalam bahasa Indonesia, kata culture tersebut
diterjemahkan sebagai kultur. 
Dapat disimpulkan budaya adalah semua hasil karya, rasa dan cipta manusia yaitu seluruh tatanan cara kehidupan yang kompleks termasuk di dalamnya pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum adat dan segala kemampuan dan kebiasaan lain yang diperoleh manusia sebagai seorang anggota masyarakat.

Budaya menurut antropologi secara umum adalah  mendefinisikan budaya sebagai semua kepercayaan, praktik, simbol, dan aturan kelompok masyarakat . Budaya ini dapat ditulis, diwariskan secara lisan, disebarkan melalui praktik, atau bahkan tidak pernah disebutkan (tetapi tetap diikuti).

Sedangkan Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi dikarenakan oleh pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya.
Salah satu sebab globalisasi adalah kecendrungan segala sesuatu nya berpengaruh terhadap perekonomian dunia. Era globalisasi saat ini sangat jelas menunjukkan hubungan atau keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia.Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegraf dan Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya.

Yang akan kita bahas hari ini adalah, Dampak Globalisasi Pada Budaya Indonesia. Ada dua dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi yaitu dampak positif dan dampak negatif. 


A. Dampak positif Globalisasi pada Budaya Di Indonesia. 
1.Pertukaran Budaya : Semakin berkembang nya teknologi dari masa ke masa, menciptakan  kemudahan bagi kita untuk melihat budaya-budaya di luar wilayah Indonesia dan begitupun sebaliknya. Kita bisa mengekspos keindahan budaya dan acara adat di Indonesia tanpa terhalang jarak dan waktu karena sudah ada teknologi canggih yang sekarang kita gunakan. 

2.Pengembangan Pariwisata : Seiring berjalan nya waktu, Indonesia mulai dikenal sebagai negara yang memiliki banyak destinasi wisata. Hal tersebut lah yang membuat wisatawan domestik maupun non-domestik untuk berkunjung ke Indonesia dan hal tersebut dapat membuat Indonesia semakin di kenal dan bisa meningkatkan perekonomian di wilayah wisata tersebut. 

3.Peningkatan Toleransi : Indonesia adalah negara yang kaya akan suku bangsa dan adat istiadat nya. Seiring berjalan nya waktu globalisasi membantu kita untuk mengetahui adat istiadat didaerah lain yang tidak bisa kita lihat satu persatu tapi bisa kita lihat melalui teknologi sekarang seperti di instagram, youtube dan lain-lain. Hal ini mampu meningkatkan kesadaran toleransi setiap daerah dan saling mendukung satu sama lain untuk memajukan bangsa. 




B. Dampak Negatif Globalisasi pada Budaya di Indonesia. 
1.Ketimpangan Budaya : Di era globalisasi yang berkembang semakin pesat ini masyarakat mulai terbuka dengan budaya luar dan mulai melupakan kebiasaan dan budaya Indonesia. Salah satunya adalah kebiasaan mengikuti gaya berpakaian yang tidak sesuai dengan norma negara Indonesia. Lalu memodifikasi pakaian adat sesuai keinginan mereka dengan dalih fashion telah berubah dan tidak ingin terlihat kolot. 

2. Hilangnya Identitas Budaya : Hal ini dikarenakan banyaknya budaya asing yang masuk dan mendominasi di Indonesia. Hal ini dapat menyebabkan budaya Indonesia kehilangan jati diri dan Identitas nya karena tergerus oleh budaya asing yang kurang sesuai. 

3.Munculnya Gaya Hidup yang tidak sesuai adat : Dalam hal ini, tidak semua gaya hidup orang asing bisa kita ikuti atau terapkan di kehidupan sehari-hari karena ada kala nya tidak sesuai dengan norma yang berlaku. 

Untuk mengatasi dampak negatif globalisasi dalam antropologi budaya, ada beberapa langkah yang bisa diambil, baik dari perspektif akademis maupun praktik dalam kehidupan masyarakat:

1. Pelestarian Budaya Lokal : Antropologi budaya dapat berfokus pada pelestarian dan penguatan identitas budaya lokal dengan mendokumentasikan tradisi, bahasa, seni, dan praktik budaya yang terancam punah akibat pengaruh globalisasi. Ini termasuk mempromosikan kebanggaan terhadap budaya lokal dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan budaya mereka.

2. Pendidikan dan Penyuluhan : Memberikan pendidikan yang lebih mendalam tentang pentingnya keragaman budaya dan bagaimana globalisasi bisa mempengaruhi identitas budaya. Dengan cara ini, masyarakat akan lebih paham tentang bagaimana menjaga tradisi mereka tanpa menutup diri terhadap perubahan yang datang dari luar.

3. Dialog Antarbudaya : Meningkatkan dialog antarbudaya untuk menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang keberagaman budaya. Globalisasi sering kali menyebabkan ketegangan budaya, namun dengan memperkuat dialog antara berbagai kelompok, bisa tercipta saling pengertian dan mengurangi dampak negatif dari globalisasi.

4. Inovasi Budaya yang Berkelanjutan : Mendorong masyarakat untuk berinovasi dalam cara mereka menjaga dan mengembangkan budaya mereka. Ini dapat mencakup adaptasi elemen budaya lokal dengan teknologi atau tren global, asalkan tetap mempertahankan nilai-nilai inti budaya tersebut.

Kesimpulan dari dampak globalisasi pada budaya Indonesia menurut perspektif antropologi adalah bahwa globalisasi membawa perubahan signifikan terhadap struktur sosial dan budaya Indonesia. Di satu sisi, globalisasi membuka peluang untuk pertukaran budaya, inovasi, dan kemajuan ekonomi. Namun, di sisi lain, globalisasi juga mengancam kelestarian budaya lokal, memicu homogenisasi budaya, dan memperkenalkan nilai-nilai asing yang kadang bertentangan dengan tradisi lokal. 

Antropologi menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara penerimaan elemen-elemen budaya global dan pelestarian budaya lokal. Dengan pendekatan yang bijaksana, Indonesia dapat mengadaptasi aspek-aspek positif globalisasi tanpa mengorbankan identitas budaya yang telah lama ada. Oleh karena itu, globalisasi dalam konteks Indonesia perlu dikelola dengan hati-hati agar tetap mendukung keberagaman budaya dan memperkuat rasa kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa.


Referensi :
1.buku ajar kajian budaya lokal :INDRA TJAHYADI
HOSNOL WAFA
MOH. ZAMRONI 

2.wikipedia


Komentar

Novita Widyawati mengatakan…
wahhh noted ka🫡, terimakasihh untuk materi nya ka 🫶🏻
Nadira Mantika mengatakan…
Artikel yang sangat menarik, good job ! :) Globalisasi memang membawa tantangan bagi budaya Indonesia, terutama dalam mempertahankan kearifan lokal ditengah arus budaya asing.
Anonim mengatakan…
Terima kasih materinya
Feni Nasution mengatakan…
sangat bermanfaat materi nya
Laras Dwiaryanti mengatakan…
menarik sekali materinya
Marco mengatakan…
Sangat bagus sekali sharing Materinya. Terima kasih
Marco mengatakan…
Bagus sekali ini terima kasih sharingnya

Postingan populer dari blog ini

KEBUDAYAAN : TARIAN CAKALELE SEBAGAI SIMBOL KEBERANIAN NYONG DARI TIMUR.

ANTROPOLOGI EKONOMI : PERAN EKONOMI MENOPANG MASYARAKAT DALAM KEBUTUHAN NYA.

INOVASI PEMBAURAN BAHASA JIKA DILIHAT DARI PERSPEKTIF ASIMILASI,DIFUSI DAN AKULTURASI