RUANG LINGKUP ANTROPOLOGI :MANUSIA DAN SISTEM BIOLOGI NYA.
Nama : Nur Wahyuni Tuasamu
Dosen Pengampu: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.
Universitas Mpu Tantular
RUANG LINGKUP ANTROPOLOGI : MANUSIA DAN SISTEM BIOLOGI NYA.
Antropologi biologi adalah studi tentang variasi dan evolusi biologis manusia. Antropolog biologi berusaha mendokumentasikan dan menjelaskan pola variasi biologis di antara populasi manusia kontemporer, melacak evolusi garis keturunan kita dari waktu ke waktu dalam catatan fosil, dan memberikan perspektif komparatif tentang keunikan manusia dengan menempatkan spesies kita dalam konteks primata hidup lainnya. Mahasiswa yang berkonsentrasi pada antropologi biologi disarankan untuk mengambil mata kuliah statistik, serta satu atau lebih mata kuliah lanjutan dalam ilmu biologi.
Pada dasarnya antropologi biologi
terdiri dari lima subdisiplin umum yakni: evolusi manusia, primatologi,
genetika manusia, studi tentang pertumbuhan fisik manusia, dan ekologi
manusia (Barnard & Spencer, 2002). Dua subdisiplin pertama (evolusi
manusia dan primatologi) kadang-kadang disebut “antropologi fisik”
berbeda dengan tiga subdisiplin yang lain. Pengertian dari antropologi
biologi adalah studi tentang biologi manusia dan spesies primata lainnya
dari perspektif evolusioner dan komparatif (Barnard & Spencer, 2002).
Hal ini berkaitan dengan sifat proses (evolusioner) dan dengan cara-cara
adaptasi terhadap lingkungan. Pernyataan ini diperkuat oleh Geoffrey
Pope, yang mendefinisikan antropologi biologi yaitu usaha mempelajari
evolusi manusia biologis, tingkah laku, dan sejarah humanoid ditinjau dari sudut seleksi alam dan penyesuaian diri (Pope.1984.).
• Cabang-cabang antropologi biologi :
1.Paleoantropologi => Merupakan cabang ilmu
antropologi biologi yang berkaitan
de ngan kehidupan manusia purba.
2.Antropologi forensik => Pemeriksaan sisa-sisa kerangka
manusia untuk lembaga penegak
hukum untuk membantu pemulihan sisa-sisa manusia, menentukan
identitas sisa-sisa manusia tak
dikenal, menafsirkan trauma,
dan memperkirakan waktu sejak kematian.
3.Antropologi Gizi : Antropologi gizi adalah cabang ilmu antropologi yang mempelajari hubungan antara pola makan dan budaya masyarakat. Antropologi gizi juga mempelajari bagaimana makanan diperoleh, disiapkan, dan dikonsumsi.
4.Antropologi Teknik : Antropologi teknik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia, mesin, dan lingkungan kerjanya. Ilmu ini juga mempelajari proses dan produk teknologi, baik yang berskala besar maupun kecil, pada masa sekarang dan masa lalu.
Antropologi teknik bertujuan untuk
mendukung produktivitas dan kesehatan manusia.
5.Antropologi Penyakit : Antropologi penyakit atau antropologi kesehatan adalah cabang ilmu antropologi yang mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit manusia. Antropologi kesehatan juga mempelajari pengaruh budaya terhadap penghayatan masyarakat tentang kesehatan dan penyakit.
Antropologi kesehatan menggunakan pendekatan sosial, budaya, biologis, dan linguistik. Ilmu ini mempelajari berbagai hal, seperti: Pola penyebaran penyakit, Proses pencegahan penyakit, Berbagai sistem penyembuhan penyakit, Dampak penyakit terhadap masyarakat, Dampak kemasyarakatan dan kebudayaannya terhadap kesehatan dan penyakit.
6. Antropologi Genetika Molekular : Antropologi molekular , juga dikenal sebagai antropologi genetik , adalah studi tentang bagaimana biologi molekular berkontribusi pada pemahaman evolusi manusia. Bidang antropologi ini meneliti hubungan evolusi antara populasi manusia purba dan modern, serta antara spesies kontemporer. Secara umum, perbandingan dilakukan antara sekuens, baik sekuens DNA atau protein namun studi awal menggunakan serologi komparatif .
Dengan memeriksa urutan DNA dalam populasi yang berbeda, para ilmuwan dapat menentukan kedekatan hubungan antara populasi (atau dalam populasi). Kesamaan tertentu dalam susunan genetik memungkinkan antropolog molekuler menentukan apakah kelompok orang yang berbeda termasuk dalam haplogroup yang sama atau tidak , dan dengan demikian apakah mereka memiliki asal geografis yang sama . Hal ini penting karena memungkinkan antropolog untuk melacak pola migrasi dan pemukiman, yang memberikan wawasan bermanfaat tentang bagaimana populasi kontemporer terbentuk dan berkembang seiring waktu.
7. Antropologi Gigi : Antropologi gigi adalah cabang ilmu antropologi fisik yang mempelajari gigi manusia dan primata non-manusia. Antropologi gigi mempelajari perkembangan, evolusi, dan variabilitas gigi serta struktur orofasial terkait.
Antropologi gigi dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis kelamin, ras, determinasi, dan usia seseorang. Gigi merupakan bagian tubuh manusia yang paling keras dan terkuat, sehingga dapat digunakan untuk identifikasi walaupun seseorang telah lama mati dan terkubur.
Dental Anthropology Association (DAA) adalah organisasi nirlaba yang mendukung pertukaran pengetahuan bagi mereka yang tertarik pada studi antropologi gigi.
Dengan demikian antropologi biologi adalah studi atau ilmu yang mempelajari aspek kehidupan manusia secara biologis.
Sumber/Referensi : buku pengantar antropologi : Okta Hadi Nurcahyono hal 92-125.
Wikipedia.
Komentar